Database Konsultan Kesehatan
English | Indonesian | Login

Pembentukan Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (Ikkesindo)


Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia (Ikkesindo) dibentuk melalui rapat-rapat Komite Pendayagunaan Konsultan Kesehatan (KPKK) Kenterian Kesehatan. Salah satu langkah penting yang perlu dilakukan oleh KPKK memang adalah membentuk ikatan konsultan kesehatan, yang kelak dapat dijadikan mitra kerja KPKK, khususnya dalam hal resgistrasi, kategorisasi, dan klasifikasi serta pembinaan dan pengembangan profesionalisme para konsultan.

Rapat KPKK tanggal 17 November 2014 merupakan titik awal disepakatinya pembentukan ikatan konsultan kesehatan. Rapat tanggal 17 November 2014 jam 10.00 – 12.30 adalah rapat dengan konsultan senior bidang kesehatan. Peserta dari rapat ini sebanyak 50 orang. Setelah penyajian tentang KPKK, kemudian dilanjutkan dengan penjelasan tentang organisasi ikatan konsultan yang sudah terbentuk, yaitu Ikatan Konsultan Manajemen Kesehatan (IKMK)/Ikatan Konsultan Manajemen Rumah Sakit (IKMRS) oleh Ketua IKMK (Prof. Dr. Laksono Trisnantoro) dan Ketua IKMRS (Dr. Sandra Dewi, MARS).  Penyajian dilanjutkan dengan diskusi dipimpin oleh Ketua KPKK.

Menyadari bahwa saat ini sudah muncul ikatan konsultan kesehatan yang khusus di bidang manajemen/manajemen RS, maka forum sepakat bahwa yang akan dibentuk kemudian adalah ikatan konsultan yang dapat memayungi/ mengkoordinasikan ikatan-ikatan konsultan di berbagai bidang yang sudah dan akan terbentuk. Bahkan salah satu tugas awal dari ikatan konsultan payung ini adalah mendorong terbentuknya ikatan-ikatan konsultan berbagai bidang tersebut. Berkaitan dengan itu, perserta rapat dari FKMUI melaporkan bahwa saat ini juga sedang dirintis terbentuknya ikatan konsultan di bidang kesehatan masyarakat.

Pembahasan selanjutnya mendiskusikan tentang nama dari ikatan konsultan kesehatan yang akan dibentuk. Akhirnya disetujui nama ikatan konsultan itu adalah Ikatan Konsultan Kesehatan Indonesia, yang semula akan disingkat menjadi IKKI tetapi kemudian disepakati singkatan itu adalah Ikkesindo.

Rapat KPKK tanggal 26 November 2014 melanjutkan pembahasan tentang bentuk/ struktur organisasi Ikkesindo serta mendiskusikan tentang kategorisasi dan klasifikasi konsultan bidang kesehatan. Tim formatur menyajikan dua alternatif struktur organisasi Ikkesindo, yang setelah melalui diskusi panjang diputuskan untuk menggabung kedua alternatif tersebut. Ikkesindo dipimpin oleh seorang Ketua Umum yang dibantu oleh Ketua I (yang juga membantu mengkoordinasikan organisasi-organisasi konsultan individu) dan Ketua II (yang juga membantu mengkoordinasikan perusahaan-perusahaan konsultan). Ketua I membawahi tiga bidang, yaitu Bidang Pembinaan Organisasi & Keanggotaan, Bidang Sertifikasi & Akreditasi Profesi, dan Bidang Pembinaan & Pengembangan Profesi. Sedangkan Ketua II membawahi Bidang Pelayanan Jasa Konsultasi & Kemitraan, dan Bidang Dokumentasi & Pemantauan. Di samping itu, juga harus ada Penasehat yang berada di atas Ketua, serta Dewan Pakar dan Dewan Etik yang kedudukannya sejajar dengan Ketua. Selanjutnya tim formatur diminta untuk menggambarkan lagi struktur organisasi gabungan tersebut untuk disajikan di rapat yang akan datang dan diisi personalianya.

Rapat KPKK tanggal 3 Desember 2014 membahas tentang pemantapan struktur organisasi Ikkesindo. Rapat menyepakati satu bentuk struktur organisasi Ikkesindo dan selanjutnya diputuskan agar peserta rapat mulai memikirkan siapa yang sesuai duduk dalam struktur organisasi tersebut, sehingga di rapat yang akan datang dapat ditetapkan personalia Ikkesindo. Draft Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang sudah disusun (terlampir) tidak sempat dibahas, tetapi disepakati untuk dibagikan kepada seluruh peserta agar dipelajari.

Rapat KPKK Tanggal 10 Desember 2014 merupakan rapat terakhir KPKK tahun 2014, dengan salah satu agendanya pemilihan/pembentukan kepengurusan Ikkesindo. Dalam agenda pemilihan/pembentukan kepengurusan Ikkesindo, peserta secara aklamasi memilih Dr. dr. Supriyanto, SpP, MARS sebagai Ketua Umum Ikkesindo. Penasehat adalah: Sekretaris Jenderal Kemenkes dan Kepala Badan PPSDMK Kemenkes. Sebagai Ketua I dipilih dr. Harmein Harun, MPH dan Ketua II ditunjuk drg. Naydial Rusdal, MSc(PH). Dewan Pakar: Prof. Dr. Ali Gufron (Ketua), Prof. Dr. Laksono Trisnantoro, Prof. Dr. Anhari Ahadi, dr. Alex Papilaya, DTPH, dan dr. Nyoman Kumara Rai, MPH. Dewan Etik: dr. Broto Wasisto, MPH (Ketua), Prof. Dr. Umar Fahmi Ahmadi, Prof. Dr. Sudiyanto Kamso, dr. Dini Latief, MSc, dan dr. Ratna Rosita, MPH. Sekretaris: dr. Haikin Rahmat, MSc dan Wakil Sekretaris: Dr. Bambang Hartono, SKM, MSc. Bendahara: drg. Titte Kabul, MSc, dan Wakil Bendahara: dr. Ieke Irdjiati, MPH. Kelengkapan kepengurusan, yaitu Kepala-kepala Bidang dan Anggota-anggotanya, dilakukan oleh Ketua Umum, sehingga akhirnya diperoleh struktur organisasi dan susunan personalia Ikkesindo sebagai berikut.
 
ikkes_id.png